BUDIDAYA TANAMAN
KENCUR

DI SUSUN OLEH :
I PUTU SUMARIANTO
2010 12 032
UNIVERSITAS ANDI DJEMMA
PALOPO
2012
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar belakang
Kita semua tahu Indonesia adalah Negara yang sanagt kaya atas sumber daya alamnya. Sala satu kekayaannya adalah pertanian. Pertanian adalah sejenis proses produksi kas yang didasarkan atas proses pertumbuhan tanaman.
Pertumbuhan sector pertanian sangat dibutuhkan untuk mengakseslorasi perekonomian pedesaan, sector pertanian Indonesia. Sampai saat ini masih sangat tergantung pada hasil primer, sehingga nilai tambah yang diperoleh masih renda dan kurang produktif di pasar dalam negeri maupun luar negeri. Kedepan pemerintahan harus dapat mendorong perkembangan produk pertanian olahan primer, selain untuk meningkatkan nilai tambah juga meningkatkan dan memperluas pangsa pasar di dalam dan di luar negri. Negara berkembang penghasil produk pertanian untuk mengsiasati perdagangan dunia yang tidak adil. Apabila hal ini dapat dilakukan maka sector pertanian akan tumbuh lebih cepat, akan memajukan pertimbuhan sektor-sektor lain secara lebih cepat melalui kaitan ke belakang dank ke depan dalam kegiatan produksi dan konsumsi.
berorientasi komodity ( commodity oriented ) harus beralih kepada system usaha yang berbasis sumberdaya (commudity base ). Sepeti hal-hal system usaha tani agribisnis. Sala satu aspek penting dalam pengembangan agribisnis adalah bahwa kualitas hasil sama pentingnya dengan kuantitas dan kuantinuitas hasil.
B. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang di atas disimpulkan rumusan masalah sebagai berikut :
1. Apa yang menjadi factor utama dalam pertanian ?
2. Bagai mana petani dapat meningkatkan hasil pertanian ?
3. Apakah yang menjadi khasiat utama tanaman kencur ?
C. Tujuan dan Kegunaan
Adapun tujuan dan kegunaannya yaitu :
1. Tujuan
Adapun tujuannya yaitu :
· Mengetahui factor utama pertanian
· Meningkatkan mutu pertanian
· Mengetahui khasiat utama kencur
2. Kegunaan
Adapun kegunaan yaitu :
· Sebagai penelitian
· Sebagai pembelajaran
· Sebagai motifikasi dalam meningkatkan mutu pertanian
BAB II
PEMBAHASAN
A. TANAMAN KENCUR.

Tanaman Kencur ( kaempferia galanga L. ) termasuk kedalam famili jahe-jahean Zingiberaceae yang merupakan tumbuhan asli India dengan daerah penyebaran meliputi kawasan Asia Tenggara dan Cina.
Sifat dan bentuk tanaman yaitu berbatang semu, jumlah daun 2-3 helai, warna bunga putih, umbi berwarna kuning kecoklatan dan banyak mengandung air. Komposisi umbi terdiri dari pati 4,14%, mineral sebanyak 13,73% serta minyak atsiri 2,4-3,9% yang terdiri dari cineol, asam methyl, aldehide, ethyl, ester dan lain-lain.
Manfaat rimpang kencur sebagai bumbu penyedap juga sebagai obat tradisional, oleh karenanya banyak petani yang mengusahakan di pekarangan maupun di tegalan baik secara monolkultur ataupun secara tympang sari, sehingga mampu meningkatkan pendapatan petani.
Pada saat ini kencur banyak dalam industri rokok, jamu dan kosmetika dengan perkiraan kebutuhan dalam negeri untuk ketiga komponen tersebut sebesar 10 ton cip kencur kering atau setara dengan 100 ton rimpang basah.
I. SYARAT TUMBUH
I.1. Iklim
- Tinggi tempat : 50 m – 1.000 m dpl.
- Intensitas cahaya : Sedikit terlindung dari sinar matahari lansung
- Curah hujan : 2.500 – 4.000 mm/ tahun
I.2. Tanah
- Jenis tanah : Lempung berpasir, lempung berliat.
- Struktur : Remah dan kaya humus.
II. BERCOCOK TANAM
II.1. Klon Anjuran
- Jenis kencur berdaun sempit
- Jenis kencur berdaun lebar
II.2. Pemilihan Bibit
Berasal dari pohon yang sudah tua, cara memperoleh bibit ada 2 cara :
a). Lansung tanam
Rimpang segar setelah dipotong-potong sepanjang 4 Cm lansung ditanam dilapangan tanpa disimpan dulu.
b). Ditunaskan dulu
Rimpang setelah dipotong-potong 4 Cm disimpsn dalam gudang 1-2 minggu (sampai tunas bermunculan), ruang tempat penyimpanan harus kering, tidak panas dan tidak terlindung. Rimpang dihamparkan (tidak bertumpuk) di atas rak kayu atau bambu. Bibit yang baik mempunyai 2-3 buah mata tunas.
Keperluan bibit sekitar 1-2 ton / hektar dengan jarak tanam sekitar 20 X 15 Cm.
II.3. Penyiapan Lahan
- Tanah dibersihkan dari rerumputan lalu dicangkul 2 (dua) kali.
- Dibuat bedengan sambil diberi pupuk kandang sebanyak 10 ton/hektar.
II.4. Penanaman
- Penanaman pada awal musim hujan.
- Jarak tanam 20 X 15 Cm, kecuali untuk tumpang sari 60 X 40 Cm.
- Cara penanaman dengan meletakan bibit dicelup / dipping pada larutan anti biotik agrimyoin, sterptomyoin.
II.5. Pemeliharaan
- Penyiangan
Pada minggu ke II – IV setelah tanam atau tergantung keadaan.
- Mulching
Penutupan tanah bisa denngan jerami atau ampas perasan tebu.
- Pemupukan
Pada saat tanaman sudah membentuk daun sempurna (akhir minggu ke 4) dipupuk dengan pupuk Urea 75 Kg, TSP 200 Kg dan KCl 100 Kg dan pada saat tanaman berumur 3 bulan dipupuk dengan Urea sebanyak 75 Kg
- Penggemburan tanah
Dilakukan disekitar rumput pada umur 3 bulan bersamaan dengan pemupukan ke II.
- Hama dan Penyakit
Hama pada tanaman kencur tidak banyak yang penting adalah penyakit busuk umbi oleh bakteri Pseudomonas sp.
III. PANEN
III.1. Umur
- Mulai dapat dipanen umur 6-8 bulan, dan dapat ditunda sampai musim berikutnya karena tidak akan ada efek buruk terhadap rimpang namun jika ditunda sampai musim berikutnya lagi kemungkinan rimpang akan membusuk dan kadar patinya menurun.
- Panen sebaiknya dilakukan dalam waktu yang singkat.
- Biasanya bila setelah cukup panen ditandai dengan daun menguning dan akhirnya gugur.
III.2. Cara Panen
- Membongkar seluruh rimpang dengan cangkul, garpu atau alat lainnya.
- Mematahkan atau memotong rimpang bagian pinggir, sisa yang tertinggal dibiarkan tumbuh untuk musim tanam berikutnya.
III.3. Produktivitas
- Produksi rimpang bisa mencapai 6-10 ton /hektar.
- Variasi produksi di pengaruhi oleh kesuburan tanah, jenis kencur dan pemeliharaan selama penanaman
IV. PENGOLAHAN HASIL
Hasil lahan kencur bisa berupa rimpang basah dan rimpang kering. Pada Pengolahan Rimpang basah, rimpang hanya dibersikan, dikering anginkan, dikemas lalu diangkut.
Pada pengolahan rimpang kering terdapat proses pengeringan, pencelupan dan pengeringan.
B. BAGAN PENGOLAHAN KENCUR
Rimpang Basah Kencur Rimpang kering
Panen
Pencucian
busuk, sakit
dipisahkan.
Penirisan/kencur angin
Pengemasan rimpang Kencur Pencelupan dalan air mendidih
selama 5menit
Pengangkutan Pengirisan tipis-tipis
Penjemuran/pengeringan rimpang kering dengan suhu 30-650 C
(Kadar air 9-10 %)
- Pengemasan dengan karung,
peti kayu/triplek.
- Penyimpanan pada suhu kamar.
- Penggunaan
(Obat,kosmetik,makanan minuman)
C. ANALISA USAHA TANI KENCUR PER HEKTAR
I. INPUT USAHA TANI
A. Tenaga Kerja
1. Pengolahan Tanah/
Penggarpuan 175 HOK X 3000,- = Rp. 525.000,-
2. Pembuatan saluran air 50 HOK X 3000,- = Rp. 150.000,-
3. Penggemburan Tanah 75 HOK X 3000,- = Rp. 225.000,-
4. Pembuatan lubang tanam 50 HOK X 3000,- = Rp. 150.000,-
5. Penanaman 100 HOK X 1500,- = Rp. 150.000,-
6. Pemupukan
( Pupuk kandang ) 50 HOK X 1500,- = Rp. 75.000,-
7. Penyiangan
( I,II,III ) 3 X 150 HOK X 1500,- = Rp. 675.000,-
8. Pemupukan
(Pupuk buatan I,II ) 2 X 60 HOK X 1500,- = Rp. 180.000,-
9. Upah Panen I 25 HOK X 3000,- = Rp. 75.000,-
10. Upah Panen II 100 HOK X 1500,- = Rp. 150.000,-
11. Upah Pengawas 12 HOK X 3000,- = Rp. 600.000,-
Jumlah = Rp. 3.105.000,-
B. Bahan-bahan
1. Bibit kencur 2,5 ton X Rp. 3.000 / Kg. = Rp. 7.500.000,-
2. Pupuk kandang 20 ton X Rp. 50 / Kg. = Rp. 1.000.000,-
3. Pupuk buatan
Urea 375 Kg X Rp. 260/Kg = Rp. 97.500,-
Tsp 375 Kg X Rp. 480/Kg = Rp. 180.000,-
KCl 375 Kg X Rp. 365/Kg = Rp. 336.000,-
4. Peralatan = Rp. 500.000,-
5. Lain-lain = Rp. 81.500,-
Jumlah = Rp. 9.695.000,-
Jumlah Total = Rp. 12.800.000,-
II. OUTPUT USAHA TANI
Hasil Produksi 15.000 Kg X Rp. 1.750,- = Rp. 26. 250.000,-
III. PROVIT USAHA TANI
Keuntungan Rp. 26.250.000,- – Rp. 12.800.000,- = Rp. 13. 450.000,-
B/C Ratio = 26.250.000,- / 12.800.000,- = 2,05
D. KHASIAT TANAMAN KENCUR BAGI KESEHATAN
I. PENDAHULUAN

Dengan semakin meningkatnya ilmu pengetahuan dan teknologi maka industri farmasipun semakin berkembang seiring dengan pertambahan jumlah penduduk yang kian pesat. Namun dalam keadaan krisis ekonomi saat ini tidak semua lapisan masyarakat mampu membeli produk farmasi yang dibutuhkan, oleh karena itu pengobatan dengan tanaman secara tradisional merupakan salah satu pilihan yang bijaksana. Begitu banyak tanaman yang berfungsi sebagai tanaman obat-obatan salah satu diantaranya adalah tanaman kencur.
Kencur termasuk ke dalam suku jahe-jahean (zingeberaceae) dengan nama ilmiah Kaempferia galanga L. Aroma kencur sangat lembut dan khas sehingga mudah membedakan dengan jenis dari zingeberaceae yang lainnya. Fungsi tanaman kencur selain sebagai penyedap makanan juga banyak digunakan dalam ramuan obat tradisional yang khasiatnya dapat mengobati berbagai macam penyakit, sehingga tidak heran apabila pabrik-pabrik pengolahan obat trasional banyak mempergunakan bahan baku kencur.
II. KHASIAT TANAMAN KENCUR
Kencur dipergunakan untuk meramu obat-obatan tradisional yang sudah banyak diproduksi oleh pabrik-pabrik jamu maupun dibuat sendiri, selain itu rimpangnya bisa dijadikan obat tanpa diramu dengan tumbuhan lain ataupun diramu dengan campuran bahan lain. Secara garis besar khasiat tanaman kencur adalah :
1. Expentorasia
yaitu untuk menyembuhkan batuk dengan cara mengencerkan dahak serta memudahkan keluarnya dahak.
2. Dinretioca
yaitu untuk memperlancar proses pengeluaran urine (air kencing).
3. Carminativa
yaitu untuk membantu proses pengeluaran angin dari dalam perut akibat perut kembung / masuk angin.
4. Stimulansia
yaitu untuk membangkitkan atau memberikan rangsangan.
5. Protection
yaitu untuk memberikan perlindungan pada pakaian atau buku dari gangguan serangga.
III. RESEP PEMBUATAN OBAT-OBATAN TRADISIONAL
1. Batuk
a. Rimpang kencur 1 jari (jangan dibuang kulitnya) dicuci bersih lalu dikunyah halus-halus dengan sedikit garam kemudian ditelan dan disusul dengan minum air hangat dilakukan 2 kali sehari.
b. Rimpang kencur 2 jari, bawang merah 8 butir, buah kapolaga 3 buah, buah kelengkeng 8 buah, daun kaki kuda 1/3 genggam, daun jinten ¼ genggam, rimpang jahe 1 jari. Semua bahan dicuci bersih lalu dipotong-potong seperlunya. Rebus dalam air bersih 3 gelas, hingga setengahnya, kemudian beri madu murni 4 sendok makan. Diminum 3 kali sehari sebanyak ½ gelas.
2. Masuk Angin
a. Rimpang kencur ¾ jari, jahe ½ jari, tempurung ½ jari, gangle 1/3 jari, adas ½ sendok teh, gula aren secukupnya. Semua bahan kecuali gula aren dicuci bersih lalu dipotong-potong seperlunya kemudian direbus dalam air bersih 4 gelas hingga tersisa 3 gelas. Diminum 3 kali sehari ¾ gelas.
b. Rimpang kencur ½ jari, dicuci bersih, dikunyah dengan garam secukupnya sesudah halus lalu ditelan disusul dengan minum air hangat 2 kali sehari.
3. Muntah – Muntah
a. Rimpang kencur 1 jari dicuci bersih lalu diparut dan dicampur dengan garam sedikit, airnya disaring dan diminum 1-2 kali sehari.
b. Rimpang kencur 1 jari, buah kapulaga 3 buah, jintan ¾ sendok teh, adas ¾ sendok teh. Bahan semua dicuci lalu ditumbuk seperlunya dan direbus dengan air bersih 2 gelas hingga tinggal ¾ nya kemudian ditambah gula aren secukupnya, setelah dingin diminum 1-2 kali sehari.
4. Tetanus
Rimpang kencur 1 jari, putik mengkudu 15 buah, rimpang lengkuas ¾ jari, lempuyang ½ jari, temulawak ¾ jari, jahe ½ jari, bangle ½ jari. Semua bahan dicuci dan dipotong-potong seperlunya lalu direbus dengan air bersih 4 gelas hingga tinggal ¾ nya setelah dingin disaring lalu diminum 3 kali sehari ¾ gelas.
5. Radang Lambung
Rimpang kencur 1 jari, putik mengkudu 15 buah, rimpang lengkuas ¾ jari, lempuyang ½ jari, temulawak ¾ jari, jahe ½ jari, bangle ½ jari. Semua bahan dicuci dipotong seperlunya lalu direbus dengan air 4 ½ gelas hingga menjadi ½ nya, setelah dingin disaring lalu diminum 3 kali sehari ¾ gelas.
6. Mulas
Rimpang kencur 1 jari daun saga 1/5 genggam, bangle ½ jari, kapulaga 2 buah, asam trenggali 2 jari, cengkeh 10 kuntum, adas ½ sendok teh, pulosari ¾ jari daun sena ½ genggam. Semua bahan dicuci dan dipotong-potong lalu ditumbuk dan direbus dengan air 4 gelas hingga ¾ bagiannya, kemudian setelah dingin disaring dan diminum 2-3 kali sehari ¾ gelas.
7. Keracunan
a. Keracunan jamur
Kencur 1 jari, sambiloto 1/3 genggam, daun jinten ¼ genggam. Bahan ditumbuk halus dan diberi air bersih ¾ gelas, lalu diperas dan disaring kemudian diminum 2-3 kali sehari ¾ gelas.
b. Keracunan udang
Kencur ¾ jari, daun bidara laut ¼ genggam, daun kaki kuda 1/3 genggam, gula aren secukupnya. Bahan-bahan kecuali gula aren dicuci dipotong-potong lalu direbus dengan air bersih 2 gelas hingga tinggal ¾ nya, kemudian diminum 1-2 kali sehari ¾ gelas.
c. Keracunan Tempe Bongkrek
Rimpang kencur ¾ jari, daun gidana laut ¼ genggam, daun kaki kuda ¼ genggam, daun jinten ¼ genggam, gula aren secukupnya. Kemudian setelah bahan dicuci direbus dengan air 2 gelas hingga menjadi ¾ nya kemudian diminum 1-2 kali sehari, sekali minum ¾ gelas.
8. Luka Berdarah/Bernanah dan Borok
Kencur 2 jari lalu dicuci dan diparut dan dicampur air 4 sendok makan lalu air perasannya diteteskan pada luka atau dapat digunakan untuk mencuci pada luka bernanah.
9. Keramas
Untuk menyuburkan rambut bisa dengan mencuci 15 lembar daun kencur lalu ditumbuk dan dicampur 2 gelas air, dan air perasannya bisa untuk mencuci rambut.
10. Beras Kencur
Beras ½ genggam (disangrai, dicor air panas ¼ jam, tiriskan), kencur ½ genggam (diungkep), lempuyang, jahe, kunyit, asam masing-masing 1 jempol (dibakar dan diseduh air panas), gula aren 1 jari (dicairkan), cabe jawa 3 buah (direndam air panas), kedawung 3 biji, kayu manis sepotong, cengkeh, kapulaga masing-masing 3 buah lalu disngrai. Setelah siap bahan lalu ditumbuk halus dan diberi air hangat sedikit demi sedikit lalu peras dan saring baru campurkan gula aren cair dan asem.
BAB III
KESIMPULAN DAN SARANA
A. kesimpulan
Tanaman Kencur ( kaempferia galanga L. ) termasuk kedalam famili jahe-jahean Zingiberaceae yang merupakan tumbuhan asli India dengan daerah penyebaran meliputi kawasan Asia Tenggara dan Cina.
Sifat dan bentuk tanaman yaitu berbatang semu, jumlah daun 2-3 helai, warna bunga putih, umbi berwarna kuning kecoklatan dan banyak mengandung air. Komposisi umbi terdiri dari pati 4,14%, mineral sebanyak 13,73% serta minyak atsiri 2,4-3,9% yang terdiri dari cineol, asam methyl, aldehide, ethyl, ester dan lain-lain.
Manfaat rimpang kencur sebagai bumbu penyedap juga sebagai obat tradisional, oleh karenanya banyak petani yang mengusahakan di pekarangan maupun di tegalan baik secara monolkultur ataupun secara tympang sari, sehingga mampu meningkatkan pendapatan petani.
Pada saat ini kencur banyak dalam industri rokok, jamu dan kosmetika dengan perkiraan kebutuhan dalam negeri untuk ketiga komponen tersebut sebesar 10 ton cip kencur kering atau setara dengan 100 ton rimpang basah.
Dengan semakin meningkatnya ilmu pengetahuan dan teknologi makIN industri farmasipun semakin berkembang seiring dengan pertambahan jumlah penduduk yang kian pesat. Namun dalam keadaan krisis ekonomi saat ini tidak semua lapisan masyarakat mampu membeli produk farmasi yang dibutuhkan, oleh karena itu pengobatan dengan tanaman secara tradisional merupakan salah satu pilihan yang bijaksana. Begitu banyak tanaman yang berfungsi sebagai tanaman obat-obatan salah satu diantaranya adalah tanaman kencur.
Kencur termasuk ke dalam suku jahe-jahean (zingeberaceae) dengan nama ilmiah Kaempferia galanga L. Aroma kencur sangat lembut dan khas sehingga mudah membedakan dengan jenis dari zingeberaceae yang lainnya. Fungsi tanaman kencur selain sebagai penyedap makanan juga banyak digunakan dalam ramuan obat tradisional yang khasiatnya dapat mengobati berbagai macam penyakit, sehingga tidak heran apabila pabrik-pabrik pengolahan obat trasional banyak mempergunakan bahan baku kencur.
A. Saran
Dengan dilaksanakannya penyusunan makalah ini yang membahas tentang “Analisis Pembiayaan Pertanian” saya selaku penyusun atas nama UNIVERSITAS ANDI DJEMMA ingin mengajukan saran agar tahun kedepan saya sangat berharap sebaiknya kegiatan ini masih sanagt perlu diadakan kembali. Dilihat dari segi manfaatnya, kegiatan seperti ini sangat bermamfaat khususnya mahasiswa untuk bekal ke depan. Dan kemudian hari penyusunan makalah ini akan berguna untuk masing-masing pribadi mahasiswa.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar